Lima Menit dari Leisya

BMW hari itu berwarna merah,dia memilihnya untuk tekad yang bulat,mungkin tidak semua orang menyadari alam ketidaksadaran pribadinya,menentukan sesuatu yang sebenarnya mempermalukan diri sendiri,untuk itu, dia, seorang analis muda,tidak begitu perduli,biar bagaimanapun secara umum BMW lah yang akan dilihat bukan warnanya,tapi dia tidak pernah melupakan bagian dasar dari perkembangan kepribadian, fisik adalah yang paling menentukan. Dia sangat beruntung, gagah dan menarik secara fisik,berkulit modern,beramput peka mode..ya..seperti yang dikatakan banci bernama Nita di salon pagi tadi “oh my god, you have inscrutable hair” dan dia hanya mengangkat alisnya seperti yang dilakukan James Bond dalam Golden Eye.

Semua itu belum cukup, dia benar-benar memiliki dunia, satu kantor analis besar tempat para bos kelas atas mencurahkan penat mereka,mencari solusi atas pribadi mereka yang semakin lama semakin kehilangan masa-masa indah,terjebak dalam rutinitas pemicu stress,memancing sensasi bersekandal dengan sekertaris mereka, persaingan dengan teman bisnis,semua itu membuat mereka rindu rumah, sangat ingin kembali ke dalam tempurung yang hangat,tidur sepanjang musim dingin,bekemah bersama anak-anak mereka,tapi kapan,tangan dingin seorang analislah yang memenejemen semua itu, walaupun dia, sang analis muda itu, berpesan pada kelas profesionalnya, “Jangan pernah anda semua berfikir bisa mempengaruhi pikiran manusia,kita hanya mengingatkan mereka pada mata rantai hidup mereka yang terlupakan”, tidak ada yang lebih bisa menghargai kekutan pikiran kecuali mereka dan imbalan untuk kemampuan itu adalah uang, ya ..jaman yang semakin lama semakin giat memproduksi stress menghasilkan kekayaan melimpah bagi pakar kepribadian semacam dirinya.

Semua sudah dia dapatkan, rahasia manusia, kekayaan melimpah dan apa lagi apakah kepercayaan akan menjauhi dirinya, dia tersenyum saja, terbayang bahwa dialah kepercayaan itu sendiri, jika dia mau, dia akan menziarahi semua relik manusia suci di dunia ini atau akan berwisata pada semua situs peradaban manusia, bahkan Atlantis dibawah lautpun sangat mungkin dia datangi,apa lagi, kalau dia berambisi dia akan membuat dirinya menjadi ikon kebajikan modern, merencanakan kematian paling suci dari sudut pandang peradaban sekarang ini, dia tertawa di dalam BMW mewahnya.

Kalau di Prancis pada abad delapan belas, lelaki hidung belang mengenakan topeng ketika masuk prostitusi, sekarang laki-laki memiliki kartu anggota, ya..dan namanya akan di kenal pada setiap pesta termasuk juga mendapat layanan khusus mulai dari tempat parkir di lantai dasar sampai ruang glamour atau bahkan yang futureistik. “Selamat siang tuan Bernard..anda ingin bersantai siang ini”, dia tersenyum “ya..aku ingin bertemu dengan Laisya”,resepsionis sopan,cantik,berpakaian rapi itu berkata “Apa anda sudah ada janji dengan dia?”, Bernard membetulkan jasnya “Ya..kami sudah ada janji”, resepsionis itu tampak tenang,tetap tersenyum di depan laki-laki yang berfikir bahwa dirinya telah menjadi biasa di tempat pelacuran itu,tidak ada perlakuan khusus seperti kalau dia datang ke perusahaan tempat pasiennya bekerja dan dia memang tidak pernah sampai pada kesimpulan bahwa uang di tempat itu sangat berharga, dia mencintai Laisya, perempuan berdarah Skandinavia yang sempurna, pastilah dia keturunan Aristokratnya daerah itu, bayangan lain, dia seharum bunga Kamboja yang ditanam di gunung tempat raja-raja bangsa Timur dimakamkan, baginya istirahat paling damai adalah berbaring pada tubuh harum Leisya yang telanjang, sangat sempurna, hidup serasa mati.

Tak lama kemudian, setelah dia duduk di sofa, sang resepsionis muda tadi datang mendekat “Maaf tuan,Laisya sedang merawat diri, dia tidak bisa diganggu sekarang ini”,Bernard mengembuskan nafasnya, untuk kesekian kali dia bertemu dengan masalah tata krama tempat itu “Aku tidak menganggu, dia sudah berjanji”, resepsionis itu menenangkan dirinya “Maaf tuan, mungkin ada perubahan, dan Leisya tidak sempat memberi tahu anda, apa anda ingin ditemani yang lainnya”,Bernard tampak kecewa, dia mengeluarkan sebuah kotak dari saku jasnya “Baiklah, sampaikan saja ini pada Leisya, dan aku akan tetap menunggunya disini”, resepsionis itu mengeleng “Maaf tuan, lain kali saja anda datang lagi dan memberikan tip secara langsung padanya,saya tidak boleh melakukan ini”,Bernard benar-benar kehilangan logikanya “Baiklah, aku beri kamu tip dan aku mohon kamu sampaikan ini pada Leisya”, keadaanya menjadi sedikit gaduh dan karena itu seorang laki-laki mendatangi mereka “Ada yang bisa saya selesaikan tuan?”,Bernard mengadu pada laki-laki itu dan kemudian laki-laki itu berkata “Ya, memang sekarang ini Leisya sedang ada perawatan diri, maaf, kami memang selalu menyiapkan segalanya dengan baik, itu sudah menjadi aturan kami, anda bisa memilih yang lainnya, kami ada banyak perempuan yang memiliki kecantikan sama dengan dia” lalu laki-laki itu memberi kode pada resepsionis muda tadi, tak lama kemudian dia mengambil sesuatu dan datang lagi dengan membawa buku besar “Ini tuan silahkan anda tentukan” Bernard menolaknya “Aku hanya butuh lima menit untuk bertemu dengan dia”, resepsionis dan laki-laki tadi saling berpandangan, “lima menit” kata Bernard dengan wajah meyakinkan.

Melihat wajah itu laki-laki tadi memberi kode dengan tangannya untuk tenang, dia mengeluarkan telpon gengamnya “Nona Leisya, sepertinya tuan ini memaksa, dia minta lima menit waktu anda”, semua diam dan dan laki-laki tadi berkata “Baiklah nona,saya akan katakan padanya”. Benard tampak lega dan laki-laki tadi tersenyum “Dia akan menemuai ada di bar, silahkan tunggu disana”.

Tempat itu tidak berbeda dengan hotel berbintang, Bernard berjalan melintasi lobby menuju Bar, disana banyak orang menghabiskan waktu dengan minum, pada siang hari sekalipun,lalu Bernard duduk di kursi meja bar, memesan bir dingin dalam botol kecil,hanya untuk menunggu, tidak berselang lama, setelah botol bir berdiri didepannya, seorang perempuan datang menghampiri “Anda Bernard?”, Bernard mengangguk “Leisya menunggu anda di kamar,dia tidak mungkin datang kesini,terlalu ramai”. Bernard tersenyum, sangat sempurna, seperti apa yang dia bayangkan sebelumnya, di dalam kamar, Leisya berdandan dan dia berbicara dengan hatinya yang sudah bulat tekad,akan menjadi adegan paling dramatis dalam hidupnya.

Sepanjang berjalan dilorong dengan pintu dikanan kirinya, Bernard berbicara dalam hati, apa yang akan kamu lakukan Leisya, kalung berlian, apa kamu akan menolaknya, sepuluh tahun lagi kamu melacur, kamu tidak akan mendapatkannya,sekarang, aku datang dengan kekayaan yang sudah pasti kamu idamkan selama hidupmu,ya..aku akan menjadi seseorang yang siap mencukupi kebutuhan hidupmu sampai mati,hanya aku..Bernard..analis terkaya dikota ini..penguasa kegilaan manusia karena perubahan jaman. Bayangannya semakin lama semakin surut,Bernard tak lagi bicara dalam hatinya, gelak tawa dan jeritan genit terdengar dikanan dan kiri lorong itu, seperti pada saat pertama datang kesana, pada malam perayaan insentif terbesar selama hidupnya, dia dihadiahi fasilitas retal mobil mewah gratis sepanjang hidup“Saya sembuh,anda malaikat bagi saya” dan dia memilih,Ferrari, si kuda hitam yang lincah itu atau Mercedes yang elegan,atau BMW yang popular,atau bahkan Role Royce, putri besi yang klasik dan berkasata, tapi yang terpenting pada malam itu adalah popularitas dirinya,dia di dalam daftar orang-orang kelas elite kota itu. Dia akan selalu tersenyum, mungkin kenangan paling penting bagi kedewasaannya dan dia sangat ingat, waktu itu, Leisya yang cantik dan tidak pernah dia kenal sebelumnya, bertugas membawa kartu Free Rent dengan cap merah For Class Collections and For a Lifetime, selamanya dia juga tidak akan melupakan bagaimana cara mengambil kartu itu. Penuh ketegangan, seperti saat pintu dibuka dan perempuan telanjang berkata “selamat siang,tuan Bernard”.

Leisya, tersenyum seperlunya, rambut hitamnya digelung sembarangan, kulitnya berlumuran minyak pijat,dia melayang menuju piyama sutranya, “Ada apa dengan lima menit tuan Bernard?”, Leisya tampak tidak mengoda, semacam ada kejenuhan yang diartikan oleh Bernard sebagai “Bawalah aku pulang,tempatkan aku diatas paraduanmu” dan Bernard berbesar hati untuk melakukannya,kapanpun.

”Leisya,kamu tampak jenuh hari ini,apa kamu enggan menghadiri pesta”.Leisya tersenyum “Tidak,aku baik-baik saja,katakan maksudmu karena lima menit itu waktu yang sangat singkat tuan”, Bernard mengembuskan nafasnya lalu dia mengeluarkan kotak dari dalam saku jas “Aku ingin memberimu hadiah,..sebagai bentuk kekaguman dan mungkin sebagai tawaran sebuah perubahan”, Bernard membuka kotak itu,permata berkilauan karena cahaya matahari yang masuk melalui jendela, “Indah sekali” kata Leisya”..tapi aku tidak bisa menerima itu”, Bernard tidak percaya “Kenapa denganmu Leisya, aku memberimu hadiah,kamu tidak harus membelinya”, Leisya tidak ada ekspresi “Ada banyak laki-laki semacam anda ini tuan Bernard, kamu beri ini, kamu beri itu,tapi apakah anda pernah berfikir bahwa ada banyak hal yang tidak bisa dijerat dengan semua itu”,Bernard menelan ludah dia berkata”Sudahlah jangan terlalu munafik,aku sejak tadi mendapat masalah ditempat ini,bertemu aturan-aturan yang tidak masuk akal, kalian hanya pelacur,kenapa harus memiliki aturan normatif semacam itu,kalian tidak akan didengar ketika berbicara tentang filosofi atau hakekat atau bahkan untuk segala hal, kalian tidak pernah benar secara fungsional”, Leisya tersenyum “Anda benar tuan Bernard,kami memang tidak ada artinya,kami hanya bagian dari apa yang kalian kenal sebagai nafsu birahi, apakah anda kira kami tidak berbaik hati melayani nafsu birahi anda hanya dengan diberi imbalan uang, bagi kami uang itu tidak ada harganya tuan, kami sama dengan anda, sekarang, di depan saya ini, anda adalah pasien dari seorang pelacur”. Bernard diam, memandangi berlian yang berkilauan ditanganya, lalu Leisya kembali berkata “Anda tidak akan pernah percaya, hampir semua laki-laki yang datang ke tempat ini mengalami masalah, termasuk anda. Tiga menit lagi tuan, jika anda memang menganggap kami tidak ada artinya, anda pasti tidak akan kesini. Cukup, lebih baik anda datang menemuai saya secara profesi, karena pribadi saya tidak dijual sebagai pelacur”. Bernard tak juga beranjak,dia diam masih memandangi kalung berliannya.

Tak lama kemudian pintu diketuk dan Leisya berkata “Waktu anda tuan Bernard” dan Bernard berdiri, “Kamu benar Leisya, mungkin aku juga mengalami stress yang sama dengan kebanyakan orang disini, aku pasien pelacur…tapi apakah tidak lebih baik jika aku menjadikan kamu istri dan kita hidup seperti layaknya orang,aku memiliki semuanya dan kita bisa memiliki semua itu bersama-sama”, Leisya mengeleng “Tuan Bernard..tidak semuanya…,silahkan keluar dan lain kali jangan temui saya pada jam perawatan semacam ini”.

Bernard berjalan menyusuri kembali lorong penuh kenangan,mendengar suara yang sama, setiap langkah dan setiap detik yang dia rasakan adalah tentang rutinitas yang menunggunya diluar tempat itu. Dia akan kebali ke kantor, betemu dengan beberapa pakar pada kelas profesinya, berbicara tentang kasus-kasus para psyco, berbicara tentang hipnoterapi,dan dia mulai sadar beberapa aturan baku pada jam analitik yang dia terapakan selama ini, pasien tidak boleh membawa barang yang terbuat dari logam pada jam analitik, cincin kawin harus dilepas, sepatu harus dilepas ketika berbaring di ranjang, pasien tidak boleh terlalu mabuk,mereka harus patuh pada ketentuan analis dan analis tidak boleh mendominasi keadaan, mereka hanya pendengar, pasien tidak bisa datang pada setiap waktu, analis tidak boleh memiliki ikatan dengan pasien selama proses terapi berlangsung. Bernard tersenyum“Leisya” dan dia terus berjalan menyusuri trotoar, hilang diantara kerumunan manusia.

Tidak ada komentar: